Untuk mendengarkan streaming radio Gitabali.com,


Itunes Winamp Real Player VLC
Dengan streaming stereo, Khusus bagi yang menggunakan Windows Media Player, silahkan install plugin tambahan:

Akankah kutemukan cinta sejati’ku...??? ^_^
Mendeteksi apakah
suatu cinta bisa dikategorikan sebagai cinta sejati atau daya tarik romantis
yang begitu kuat bukanlah pekerjaan yang mudah. Cinta yang sejati terarah bukan
pada apa yang ada dibalik pakaian orang lain, melainkan pada apa yang ada di
dalam sosok yang ditutupi pakaian itu. Bukan tubuhnya yang kita cintai tapi
dari kepribadian yang terpancar, yang tercermin dari gerak-gerik tubuhnya. Kita
melihat dari keseluruhan pribadi. Itulah benih cinta sejati, bukan sesuatu yang
parsial, melainkan total keseluruhan. Mencintai berarti menerima baik kelemahan
maupun kekurangan sebagai sebagai suatu kesatuan utuh.
Jadi jelas tanda yang
pertama untuk menguji cinta kita adalah soal ketertarikan pada tampilan luar
saja atau pada sesuatu yang ada di balik tampilan luar itu. Semakin kita terfokus
pada keseluruhan pribadi yang tampak pada kita, semakin kita mengarah pada
pemenuhan cinta kepada orang lain. Tetapi, tentu saja ketertarikan pada orang
dari bagian-bagian tertentu kepribadiaannya bukan sesuatu yang keliru. Keliru
atau tidaknya bergantung pada waktu karena waktulah yang akan menjadi batu uji.
Waktu akan
membuktikan...yup...baru dua minggu
ketemu sudah bisa berpelukan kaya teletubies, baru beberapa hari berkenalan
sudah bisa melakukan ungkapan-ungkapan erotis: mencium pipi, mencium kening,
bahkan mencium bibir,dst. Dalam hitungan beberapa jam, hari, atau minggu tampaknya
kita mengalami kesulitan untuk menyebut relasi yang demikian sebagai relasi
cinta sejati. Pada umumnya kemesraan romantis yang dibangun oleh cinta sejati
berlangsung secara bertahap dan lambat, bisa dalam hitungan bulan, bahkan bisa dalam
hitungan tahun.
Selama waktu yang lama
itu pula, tingkat ketertarikan kepada orang lain relatif konsisten, tidak
berubah-ubah, tidak bergantung pada mood yang naik-turun. Cinta sejati
mendorong seseorang untuk menerima
perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada diri orang lain. Kalau kita suka
pada ketegasan pacar kita, meskipun suatu kali ia tampak plin-plan, kita tetap
tertarik padanya, bahkan kita membantunya supaya dia dapat menjadi tegas. Cinta
sejati juga tidak akan membuat kita kehilangan identitas diri. Kalau kita
sungguh memiliki motivasi cinta yang murni, kita justru mampu mengatur diri
kita, membangun kepribadian kita menjadi lebih baik, lebih terbuka, jujur,
berani dikritik, menanggung resiko, bertanggung jawab terhadap diri sendiri
maupun orang lain.
Sebaliknya, dalam
kondisi tergila-gila pada seseorang, kita akan berusaha menampilkan diri yang
tidak autentik. Kita berperilaku sedemikian rupa supaya pujaan hati kita tertarik
pada kita. Ritme hidup menjadi kacau, karena fokus perhatian ada pada bagaimana
membuat pujaan hati itu sungguh tertarik pada kita. Kita berlagak lucu,
berlagak sabar, berlagak cool, berlagak penuh perhatian, dst. Pokoknya kita
menutupi keaslian diri kita. Tingkah laku kitapun menjadi aneh dan kacau.
Kalau kita jatuh
cinta, kita cenderung menunjukkan hal-hal yang baik saja dari diri kita. Tidak
hanya itu, kita juga melihat orang yang kita jatuhi cinta sebagai sosok ideal,
yang tidak atau sedikit memiliki kesalahan. Pokok’nya, kita juga ingin si dia
itu baik menurut mata kita. Dunia ini serasa milik kita berdua. Teman-teman
lain terlepas dari perhatian kita. Relasi dengan orang yang kita jatuhi cinta
itu menggantikan relasi yang selama ini telah kita miliki. Maka, kita akan
merasa cemburu atau tidak senang jika orang yang kita jatuhi cinta itu didekati
atau mendekati orang lain. Kita akan menjadi sulit berbagi. Kebaikan orang yang
yang kita cintai seolah-olah mau direngkuh sendirian, tidak untuk orang lain.
Sebaliknya, kalau
cinta itu sungguh-sungguh, relasi dengan orang yang kita cintai itu memperkaya
pertemanan kita. Relasi itu menambah kekayaan relasi yang kita punyai. Temanmu
adalah temanku, temanku juga menjadi temanmu. Kalau cinta yang dibangun itu
sungguh tulus, teman-teman kita juga akan menerima hubungan itu. Maka, cinta
yang sejati tidak akan bersifat eksklusif, tetapi sebaliknya inklusif. Artinya,
semua orang lain tetap dapat masuk dalam jaringan relasi di antara kita dan
orang yang kita cintai itu.
Maka, dalam hal
memilih pasangan hidup ini kita juga akan menjadi realistis bahwa orang yang
kita pilih, atau orang yang kita cintai
pastilah memiliki kekurangan, kesalahan, atau kelemahan tertentu, namun kita
toh tetap menerimanya. Dalam dekapan cinta yang sejati, kita tidak lagi
memiliki ketakutan untuk mengenal dan dikenal secara mendalam. Cinta sejati
justru mendorong orang untuk membuka diri atau lebih berbagi. Akankah kutemukan
cinta sejatiku...??? ceeillee... ^_^
Perbedaan ’jatuh
cinta’ dan ’cinta sejati’ :
|
Aspek |
Jatuh
cinta |
Cinta
sejati |
|
Dasar ketertarikan kepada pasangan |
Penampilan fisik yang bisa dikenali secara indrawi |
Keseluruhan pribadi, apa yang ada di balik penampilan
fisik |
|
Waktu permulaan |
Berlangsung cepat (hitungan hari/minggu) |
Bertahan, relatif lama (hitungan bulan/tahun) |
|
Konsistensi ketertarikan |
Berubah-ubah, bergantung pada mood atau kontak fisik
yang disukai (seksual) |
Konsisten, menerima perubahan segi-segi yang bisa berubah dalam diri orang lain |
|
Pengaruh thd perkembangan kepribadian |
Mengganggu konsentrasi, berlaku aneh, tidak autentik,
bertopeng |
Membangun, menjadi pribadi yang lebih realistis dan
berkembang |
|
Pandangan thd relasi yang sudah ada |
Pertemanan tergantikan, hidup dalam satu dunia,
mengidolakan orang (seolah tanpa salah) |
Pertemanan dilengkapi, hidup secara realistis, menerima
kesalahan orang lain |
|
Pengaruh waktu & jarak berpisah |
Ketertarikan terganggu, bahkan bisa berpindah pada
orang lain |
Ketertarikan berlangsung terus secara batiniah |
|
Adanya perselisihan |
Lebih sering, lebih berat dan membahayakan |
Semakin jarang, biasanya hanya dalam soal kecil yang
tidak berbahaya |
|
Dampak rasa cemburu |
Lebih sering muncul dan merepotkan |
Jarang muncul dan tidak menjadi beban yang memberatkan |
|
Sikap secara keseluruhan |
Prinsip ”apa yg kuperoleh”, memanfaatkan orang lain |
Prinsip berbagi, membebaskan, memperhatikan kepentingan
orang yang dicintai secara seimbang |
Sumber : ( ”seks gadis?” - A. Setyawan )
- ewick's blog
- Login or register to post comments
semeton GB-ners
NGIRING MEDANA PUNIA


Penggemar GitaBali yang terhormat, apabila berkeinginan berdana punia / memberi donasi silakan Download PROPOSAL KERJASAMA MELALUI DANA PUNIA , Semoga dapat memberikan penjelasan. Secara singkat Gitabali menyediakan tempat iklan sebagai tanda terima kasih atas dukungannya. Silahkan hubungi Dj Gitabali terdekat atau email ring info@gitabali.com
* Ukuran banner 200 x 50 pixel dibuat oleh admin
Gitabali Top Ten Request
1. Piling Sayangang - Ary Kencana
2. Satya - Dek Ulik
3. Kenangan di Nusa Dua - galuh Bilen
4. Sampunang Adi Takut - Alin
5. Selat Segara - Bayu Kresna
6. Tresna Di Hati - DJ de Budhi
7. 100% BTA - XXX
8. Ayu Puspa Dewi - Ngah Apet's
9. Tresna Kanti Pawah - Dek Ulik
10.Nyelimurang Hati - Eka Jaya
Updated by Admin






Recent comments
1 day 22 hours ago
2 days 20 hours ago
8 weeks 4 days ago
9 weeks 5 days ago
10 weeks 4 hours ago
28 weeks 1 day ago
36 weeks 2 days ago
45 weeks 6 days ago
50 weeks 4 days ago
50 weeks 6 days ago