Untuk mendengarkan streaming radio Gitabali.com,


Itunes Winamp Real Player VLC
Dengan streaming stereo, Khusus bagi yang menggunakan Windows Media Player, silahkan install plugin tambahan:

EVOLUSI DAN REVOLUSI DALAM HINDU
EVOLUSI DAN REVOLUSI DALAM HINDU (SANATANA) DHARMA
oleh Komang
Mungkin anda akan terkejut mengetahui bahwasanya Hindu yang kita kenal selama ini di India dan Bali ternyata adalah hasil evolusi dan revolusi-revolusi selama ribuan tahun dari berbagai ras dan agama-agama {sekte} dimulai di Russia Selatan {Arya} dan Persia {sekarang Iran}, Tibet dan India itu sendiri {Drawidia}, yang bercampur aduk secara sistematis maupun melalui peperangan-peperangan dan kemudian menjelma menjadi ribuan sekte-sekte agama Hindu saat ini sesuai kaidah-kaidah kebudayaan-kebudayaan dan topografi lokal {setempat}. Upacara-upacara seperti Agni Hotra mungkin bukan upacara asli Suku Drawidia di India, namun mungkin adalah upacara kaum Arya yang mengembara dari Rusia Selatan ke Persia lalu ke India selama migrasi ratusan/ ribuan tahun.
Weda pertama juga mungkin bukan asli India, karena yang dipuja di Rig Weda adalah Indra, Agni, Varuna, yang konon adalah “Tuhan-tuhannya kaum Arya pendatang. Tuhan lokal kaum Drawidia pada awal-awalnya adalah Shiv {Lingga} dan Shivaa {baca Shiva = Yoni = Uma, Prthiwi}, yang berasal dari karya Adi Luhung Shiva Purana.
Banyak kaum Hindu kita mengecam “Rahuwana Tatwa”, sebelum membacanya secara tuntas, padahal karya yang indah itu memuat kronologi sejarah awal-awal perbauran Arya dan Dravidia melalui jalan peperangan. Seharusnya buku tersebut menjadi sebuah studi Hindu karena hanya beberapa halaman saja yang mengecam Sang Rama, selanjutnya sesuai dengan resi Walmiki dan penuh informasi aktual sejarah wangsa India dan dewa-dewanya.
Mungkin juga banyak diantara kita yang teramat tidak faham bahwasanya weda-weda tidak berasal dari kurun waktu yang sama dan pada mulanya harus dihafal oleh minimal 100 orang dalam satu perguruan agar tetap lestari dan tidak berubah isinya. Rig Weda misalnya dalam versi yang sederhana mungkin sudah hadir kurang lebih 6000 tahun yang lalu dan diperlukan lebih dari 100 orang resi untuk menyempurnakannya. Namun 4000 tahun kemudian Rig Weda sudah dianggap kuno, dan dewata-dewata utama seperti Indra, Agni, Bayu, Varuna dsb harus “pensiun” dan “turun tahta”. Indra bahkan harus berguru selama ratusan tahun di bumi pada seorang resi agar dapat merubah dirinya yang gemar perang, mencuri istri-istri orang lain, egois dan sombong, menjadi Indra yang lembut (simbol dari jalan pikiran yang terkendali). Rig digantikan Sama Weda yang berjarak 4000 tahun, di mana dewa-dewa minor seperti Vishnu dan Vinayaka (Ganeshya) naik pamor menjadi dewa-dewa utama untuk Kali Yuga yang dinamika dan inovatif. Brahma tersingkirkan karena “kebejatan” yang dilakukannya dan tidak memenuhi syarat lagi untuk kemanusiaan yang beradab dan toleran terhadap segala mahluk dan ciptaan-ciptaanNya. Upacara-upacara besar dan mecaru mulai disederhanakan dan faham-faham ahimsa pun berkembang.
Dari Sama Weda ke Atharva Weda konon kata sementara ahli-ahli weda
diperlukan masa transisi kurang lebih 1000 tahun dan dari Atharva ke
Yayur perlu waktu kurang lebih 400 tahun, angka-angka ini bisa saja
salah, namun evolusi dan revolusi dalam Sanatana Dharma berjalan terus.
Mengapa disebut Sanatana? Konon kata Sanatana berarti orang-orang suci
dan ajaran-ajarannya dari masa ke masa (Santan = turunan suci, Sanatana =
ajaran-ajaran kaum suci). Dharma adalah kebenaran yang hakiki yang
sulit dijabarkan namun penuh nilai-nilai kehidupan yang universal.
Itulah sebabnya Hindu lebih disebut sebagai “Way of Life” bukan agama. Agama adalah bagian-bagian kecil dari Dharma (Way Of Life)
yang teramat universal itu sendiri. Kata agama dalam bahasa sansekerta
berarti: Ajaran-ajaran yang mengajarkan dan mengakui adanya “Sang
Pencipta Yang Maha Tinggi”, ia boleh disebut apa saja. Sewaktu Weda-weda
dan Shiva Purana mulai pudar maka tanah Barata masuk ke nilai-nilai
spiritual yang baru dan dari Veda-veda lahirlah Sruti (Ajaran-ajaran
suci) dan Smriti (legenda-legenda yang disucikan), kata “ti”= ci = yang
disucikan atau dimuliakan. Sruti untuk kaum elite seperti brahmana,
peneliti (scholar) dan kshatriya, sedangkan Smriti adalah legenda
berazaskan sruti bagi kaum awam yang sulit menjabarkan Veda-veda dengan
segala kerumitan bahasa maupun ritual-ritualnya. Sewaktu Sruti menjelma
menjadi Smriti maka yang hadir adalah revolusi terselubung dan terbuka
dalam ajaran-ajaran Dharma itu sendiri, Dharmapun sudah bukan monopoli
brahmana saja. ulasan selanjutnya bisa di baca disini
- winduguna's blog
- Login or register to post comments
semeton GB-ners
NGIRING MEDANA PUNIA


Penggemar GitaBali yang terhormat, apabila berkeinginan berdana punia / memberi donasi silakan Download PROPOSAL KERJASAMA MELALUI DANA PUNIA , Semoga dapat memberikan penjelasan. Secara singkat Gitabali menyediakan tempat iklan sebagai tanda terima kasih atas dukungannya. Silahkan hubungi Dj Gitabali terdekat atau email ring info@gitabali.com
* Ukuran banner 200 x 50 pixel dibuat oleh admin
Gitabali Top Ten Request
1. Piling Sayangang - Ary Kencana
2. Satya - Dek Ulik
3. Kenangan di Nusa Dua - galuh Bilen
4. Sampunang Adi Takut - Alin
5. Selat Segara - Bayu Kresna
6. Tresna Di Hati - DJ de Budhi
7. 100% BTA - XXX
8. Ayu Puspa Dewi - Ngah Apet's
9. Tresna Kanti Pawah - Dek Ulik
10.Nyelimurang Hati - Eka Jaya
Updated by Admin







Recent comments
1 day 22 hours ago
2 days 20 hours ago
8 weeks 4 days ago
9 weeks 5 days ago
10 weeks 4 hours ago
28 weeks 1 day ago
36 weeks 2 days ago
45 weeks 6 days ago
50 weeks 4 days ago
50 weeks 6 days ago